Time like money, is a limited resources. However, although it is possible to make more money, unfortunately you can’t create more times. There are only twenty-fours in a day. The inability to manage time effectively is often a big source of stress. Although frequently we may blame others for wasting our time, the most guilty party is usually ourselves.
Tomorrow
Tomorrow prefer to think about work rather than doing it. They postpone decisions so that tomorrow becomes the busiest day of the week. Here are so tips for this type:
Disorganized types
You can recognize these people by the piles of paper on their desks. They’re always late for meetings and waste time hunting for lost files, and messages written on small pieces of paper. They are always trying to make up lost time
There’s a part of me that knows these are just regular old kitchen implements dipped in paint. But the part of me that holds the wallet wants them anyway. Find these, along with other slightly jazzier than normal kitchen stuff here (via the super awesome Anthology Mag)
(Source: icanread)
Aku melihatnya dari jarak kejauhan, ingin mendekatinya tapi tak mampu tangan kita untuk saling meraih.
Ini seperti mimpi yang kosong dan tak ada judul. Hanya membiarkan aku agar tetap menunggu. Memang Dia yang mengatur, memang dia yang memberi jalan.
Tolong beri aku sebuah kisi-kisi, hanya sedikit saja yang aku mau. Sisanya biarkan aku berusaha untuk melewati proses dan waktu yang ada.
(Source: icanread)
(Source: icanread)
Ada saat dimana kita tidak perlu menoleh ke belakang. Jangan lihat lagi apa yang sudah (ikhlas) kita tinggalkan. Aku percaya, itu akan meringankan langkah, untuk menjemput sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih melegakan. Sesuatu yang membuat kita bersyukur, karena menjemputnya dengan tangan yang…
(Source: sadgenic)
Angin sudah tak lagi sejuk
Panas terasa sangat menyengat
Hujan tak akan bisa lagi bawa kedamaian
Bumi ini tempat ku tinggal menuai amarah
Mencaci maki manusia yang berbuat kotor
yang tak bisa lagi menjaganya, tak bisa lagi mempertahankannya
Semua penuh dusta dan dosa
Hingga Tuhan pun ikut murka
Memberikan bencana dimana-mana
Maafkan kami bumi
Engkau menjadi kusam seperti kelelahan
Engkau menjadi kelam seperti tak ada masa depan
Segala upaya tak kunjung nyata
Kini aku hanya bisa berdoa semoga kelak kau selalu ada
By Pipith